Menata Hati, Sikap, dan Metal dalam Dunia Kerja

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna, hal ini karena pada diri manusia dilengkapi dengan akal, nafsu, yang secara keseluruhan makhluk lain tidak memiliki apa yang dimiliki oleh manusia. Dengan adanya akal, kita sebagai manusia dapat berpikir untuk memecahkan suatu masalah atau mengambil keputusan dalam melangkah atau untuk sekedar mencari informasi dan bisa juga untuk melakukan suatu aktivitas. Sedangkan nafsu, merupakan sebuah hasrat atau keinginan yang mana kita tau bahwa atas dasar nafsu, kita terkadang lebih mulia daripada malaikat namun terkadang kita lebih hina dibanding hewan.

Akal dan nafsu ini menentukan seberapa pantas kita disebut sebagai manusia yang banyak orang mengatakan bahwa kita ini “sempurna”. Nafsu mengontrol lebih banyak akal kita untuk bertindak, untuk mencari jalan keluar dan nafsu terkadang membuat hati kita tidak bisa memahami sebuah makna yang nantinya meracuni akal kita untuk merampas hak milik orang lain. Betapa tidak, sesungguhnya kita hidup didunia ini semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Namun yang kita kerjakan adalah mengejar sebuah kenikmatan duniawi tanpa sadar akan petunjuk-Nya bahwa masih ada kehidupan setelah mati yang sebelumnya akan menimbang kebaikan dan kesalahan didunia ini. Beribadah sesuai rukun agama mungkin bisa diterjemahkan dalam bentuk sholat, zakat, puasa, dan beribadah haji. Namun sesungguhnya pengaplikasian tersebut berupa perilaku terhadap sesama makhluk lainnya.

Kerja merupakan salah satu cara untuk beribadah dan menunaikan sebuah kewajiban untuk tetap bertahan hidup serta menghasilkan sesuatu. Namun, makna ini semakin bergeser dimana seseorang tidak hanya menjalankan prinsip itu, melainkan ditambahi dengan konsep baru yaitu memperkaya diri serta memamerkan diri. Sebagai contoh misalnya terdapat seseorang yang berpenghasilan Rp. 50.000.000 /bulan lalu digunakan untuk membeli mobil dan pakaian baru lagi. Yang perlu kita tanyakan ialah apakah dia tidak pernah melihat bahwa disekelilingnya masih banyak yang untuk makan saja susah? ini masih sebatas konsep.

Anda boleh bangga terhadap pekerjaan yang anda miliki saat ini, penghasilan besar yang anda miliki saat ini, namun apa yang harus dibanggakan apabila dengan pekerjaan dan penghasilan anda tidak bisa membantu satu sama lain? Terkadang kita lupa bahwa sebenarnya kita diberi kelebihan rezeki itu merupakan sebuah bentuk cobaan karena pada dasarnya cobaan itu sendiri tidak semata-mata suatu hal yang buruk melainkan juga suatu hal yang menurut kita itu baik. Mengapa kelebihan rezeki itu merupakan cobaan? Karena pada dasarnya kita dipercaya sekedar sebagai tempat menitipkan dan menyalurkan rezeki itu kepada makhluk Allah yang lain. Sama halnya dengan teko yang berisi teh dan akan kita minum. Menurut etikanya bahwa teh dari dalam teko itu patutnya untuk dituangkan ke gelas dan barulah kita minum. Namun apabila kita meminum dengan cara langsung dari teko tersebut maka kemungkinan yang lebih besar ialah teh tersebut karena sebenarnya kapasitas kita itu hanya sebatas gelas kecil. Jangan heran apabila teh tersebut tidak akan bisa kembali pada teko kita.

Semua ini pernah saya rasakan secara pribadi dan saya bersyukur bahwa saya merasakan roda kehidupan lebih awal untuk bisa mengantisipasi pergerakan kehidupan dimasa mendatang. Saya dahulu juga pernah merasakan menjadi penganut hedonisme sebelum wafatnya Ayah saya dan saya bersyukur sekali lagi bahwa Allah merupakan media yang terbaik untuk saya belajar tentang memaknai sebuah kehidupan dengan cara-Nya yang indah. Langkah demi langkah dituntun dengan begitu indahnya, penataan hati, penataan sikap, bagaimana cara menjadi konsisten, hingga penataan mental dilakukan dengan rancangan kontrak perkuliahan yang sangat teratur sesuai dengan tahap perkembangan saya.

Penataan hati dimana saya dihadapkan dengan keyakinan yang lebih bahwa semua orang akan mati, saya sangat tidak disarankan untuk menganut idealisme dalam konteks aturan agama karena pada dasarnya aturan-aturan tersebut merupakan benteng yang kuat agar kita menjadi makhluk yang sempurna. Keyakinan ini didasari oleh seorang Ayah yang senantiasa berdo’a dan berusaha dalam menghidupi keluarga hingga memperhatikan apakah anaknya malam ini sudah makan atau belum ditengah-tengah sesaknya hirupan nafas dimalam terakhirnya didunia.

Penataan sikap dimana saya dihadapkan pada dua saat yang berbeda dalam waktu yang singkat yaitu saat perekonomian berlebih dan saat perekonomian menurun drastis. Hal ini menjadikan saya menjadi seorang yang lebih dewasa dalam menyikapi sebuah kebutuhan hidup, tidak menyia-nyiakan apa yang diterima, dan membagikan apa yang diterima kepada yang lebih membutuhkan. Dari sini saya mengenal makna kerja sesungguhnya, betapa susahnya menjadi kepala rumah tangga, betapa susahnya untuk sekedar mencari makan, dan dimulai dengan jualan pulsa. Entah mengapa sebuah dengan cara seperti ini menumbuhkan suatu makna tersendiri untuk terus berusaha mengais rezeki dan memberikan sebuah pengalaman ini kepada yang menginginkannya. Harapan saya yaitu agar pentunjuk dari Allah ini dapat anda rasakan sebagai bahan refleksi terhadap diri sendiri.

Penataan mental dimulai dari pemilihan jenis pekerjaan, sebenarnya apa salahnya seorang penjual pulsa? apa salahnya menjadi seorang makelar? apa salahnya seorang laki-laki menjadi seorang pembuat bros? yang salah ketika anda mengambil hak orang lain dan ketika anda mengatakan sesuatu yang anda itu tidak merasakannya. Coba anda bayangkan ketika berada diposisi saya. Mungkin tidak akan terbayang karena Allah Maha Tau kapasitas dan kemampuan makhluknya. Hal ini merupakan pijakan yang paling tepat bagi saya untuk tetap tersenyum disaat orang lain menyindir.

Mungkin ini dulu ulasan singkat seputar pengalaman saya dalam mencari rezeki semoga dengan ini kita semua bisa merefleksikan arti makna kerja menurut anda masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s